Hantu Kepala Buntung

Ini adalah cerita saya pada tahun 2003, pada saat saya berusia 11 thn. Cerita ini tanpa rekayasa. Saya tinggal di daerah Kebumen dekat Pantai Petanahan, saat itu saya pesantren di suatu kampung yang emang dekat dengan kampung saya.

Pada saat itu saya dan 3 teman saya akan ke pesantren untuk mengaji. Pada saat itu kami memang disuruh datang sebelum magrib, tapi kami datang setelah magrib. Pada saat adzan berkumandang kami baru berangkat dan melewati satu sekolahan yang diseberangnya ada sebuah gubuk tua dan sumur tua. Ketika itu tumben tidak ada satu kendaraan pun baik mobil atau motor, tapi kami tetap santai.

Pada saat kami akan melewati gubuk tua tersebut, teman saya melihat ada orang yang memegang piring, tapi piringnya belah. Pas saya dan teman saya melihat ke arah kepalanya, ternyata dia tidak memiliki kepala dan di lehernya tidak ada darah, tapi seperti kaya daging berwarna pucat. Temanku sempat memanggil tapi dia tidak menoleh, trus sempat dilempar batu kerikil tapi tidak menoleh sedikitpun, dan pada saat itu saya dan teman saya lari dan tidak berani lewat jalan itu lagi.

Kata orang-orang disekitarnya sih disitu tempat pembantaian waktu zaman penjajahan. Yang jelas kami sudah mengalami suatu kejadian yang tak akan kami lupakan.

About these ads

About pukul12malam

...(¯`v´¯) ..... ·.¸.·´ ...¸.·´ .. ( ☻/ /▌ /

Posted on Januari 28, 2012, in Kisah Tengah Malam. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: